Rabu, 03 Mei 2017

GUNUNG MANGGIR

                 GUNUNG MANGGIR

     Gunung Manggir merupakan objek wisata alam  berupa pegunungan dan terdapat goa yang lokasinya terletak di perbukitan manggir. Terletak di Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, sekitar kurang lebih 38,5 km ke arah barat dari Kota Blora, tepatnya 3,5 km ke arah barat dari objek wisata Goa Terawang. Untuk mencapai ke lokasi objek wisata Gunung Manggir dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat melalui jalan kabupaten yang beraspal menuju ke arah Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan dan Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Lokasi Gunung Manggir dari jalan beraspal berjarak sekitar 1 km melewati jalan kampung dan jalan setapak.

     Gunung Manggir mempunyai ketinggian kurang lebih 250 m dpl dan berada di perbukitan batuan kapur, dengan luas areal kurang lebih 4 ha. Objek ini selain indah juga memiliki daya tarik tersendiri, karena lokasi yang melewati jalan setapak yang berkelok-kelok. Untuk mencapai puncak kita harus melewati jalan setapak dengan kondisi berbatu.

Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

Wonderful Waduk Greneng Blora

                   WADUK GRENENG

     Tidak banyak memang lokasi wisata alam di Kabupaten Blora. Nnamun bila mengunjungi salah satu waduk di Kecamatan Tunjungan, yaitu Waduk Greneng, maka kita akan terkesima dengan keindahan alamnya. Bisa merasakan eksotisme perpaduan antara langit, air, tanah dan hijaunya hutan.

     Kondisi waduk yang begitu elok tentu akan membuat mata termanjakan. Sebelum masuk waduk, setelah menempuh perjalanan sekitar 12 km dari Kota Blora, hamparan pepohonan jati kampung dan tanaman lain di sepanjang jalan mengiringi perjalanan. Jalan kecil beraspal akan mengantar pengunjung menyusuri pinggiran waduk.

     Bukan hanya waduknya yang melukiskan keindahan alam di sekitarnya juga menawarkan pemandangan yang indah. Di sekitar waduk yang konon dibangun pada tahun 1919 itu atau lebih muda 3 tahun dari Waduk Tempuran yang dibangun tahun 1916 terlihat ada di prasasti. Bentuk prasasti berupa tulisan tahun pembuatan waduk itu yang ditulis dengan beton besar sehingga nampak mencolok meskipun dilihat dari kejauhan.

     Miniatur kehidupan juga ada disekitar waduk ini. Ketika air waduk melimpah, keindahan akan bertambah dengan lalu lintas warga sekitar dengan rakit bambu dan perahu kecil. Mereka beraktifitas mulai berangkat dan pula bercocok tanam, mencari rumput, mencaru kayu bakar dan lainnya dengan menggunakan rakit ataupun perahu. Karena itu seringkali ketika air waduk penuh, banyak warga yang melinyasi waduk dengan perahu. Bahkan beberapa masyarakat sekitar menjadikan waduk ini sebagai sumber kehidupan. Sambil menggunakan perahu tradisional, mereka mengayuh dayung menyusuri birunya air waduk sambil mencari ikan di tempat yang telah dipasangi perangkap sebelumnya.

     Sementara daratan yang luas disekitarnya biasa menjadi area untuk tempat camping atau mengadakan outbond. Dari sinilah interaksi itu berlangsung, air waduk itu menjadi sahabat setiap hari bagi warga. Perahu kecil hilir mudik menyeberangi waduk mengantar penumpangnya. Untuk pergi ke sawah atau mencari rumput atau keperluan lain menggunakan perahu kecil, karena itu dipinggiran waduk banyak perahu kecil yang diparkir. Mirip di pantai ketika banyak perahu nelayan yang ditambatkan dibibir pantai. Berbagai barang diangkut di perahu itu seperti kayu bakar, rumput, hasil panen bahkan mesin pengolah tanah diangkut dengan perahu. Sebab perahu satu-satunya alat untuk bisa menyeberang.

Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

GOA SENTONO BLORA

                     GOA SENTONO

     Struktur tanah Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Blora yang terdiri dari perbukitan kapur ternyata memiliki tempat wisata bersejarah yakni Goa Sentono. Meskipun lokasinya jauh dari pusat Kabupaten Blora, namun keberadaan goa alam ini sudah tidak asing di mata masyarakat.

     Lokasinya lebih dekat jika ditempuh dari Krcamatan Cepu atau Randublatung. Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke lokasi goa ini. Namun jangan heran sepanjang perjalanan akan banyak melihat landscape pemandangan sawah, hutan dan pegunungan. Wilayah disini termasuk dataran tinggi.

     Akses ke lokasi goa ini bisa ditempuh dengan motor. Sesampainya di lokasi Dukuh Sentono Desa Mendenrejo ada semacam gubuk kecil untuk berteduh. Dari gubuk kecil untuk berteduh. Dari gubuk tersebut ke Goa Sentono harus ditempuh dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 300 m. Goa Sentono persis ada disebelah Sungai Bengawan Solo.

     Goa Sentono berada di pegunungan kapur. Bibir goa tidak jauh dari tebing Sungai Bengawan Solo. Lebar goa sekitar 3 m dengan ketinggian sekitar 2,5 m dan kedalaman hingga sekitar 10 m. Jika dilihat kedalam bentuknya semakin mengerucut.

Terimakasih...
Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

GOA KIDANG

                      GOA KIDANG

     Goa Kidang merupakan satu-satunya goa hunian di kawasan karst Blora dengan indikasi hunian berupa temuan artefak di permukaan tanah dan melalui pengkaisan. Goa ini terletak di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Balai Arkeologi Yogyakarta sselama ini telah melakukan beberapa kali penelitian di goa ini, baik penelitian mandiri maupun penelitian kerja sama dengan Pemkab Blora. Penelitian mandiri dilakukan pada tahun 1977, 1978, 1982, dan 1984 dengan penelitian yang memfokuskan tentang kehidupan manusia purba. Penelitian berikutnya pada tahun 2005, 2006, dan 2009 yang memfokuskan pada kawasan karst Blora.

     Berdasarkan hasil ekskavasi pada penelitian terakhir tahun 2009, pada keempat kotak gali Goa Kidang yang mencapai kedalaman rata-rata 43 cm dari permukaan tanah, menunjukkan goa ini merupakan hunian yang intensif dimanfaatkan untuk aktifitas sehari-hari. Hasil ekskavasi menunjukkan temuan didominasi oleh artefak cangkang kerang, tembikar, keramik, fragmen kerang dan tulang binatang, sementara artefak litik baik dari permukaan maupun ekskavasi belum ditemukan. Hal tersebut menarik untuk ditelusuri lebih lanjut, mengingat beberapa penelitian pada goa-goa lain di Jawa khususnya Jawa Timur memiliki karakter budaya yang sama yaitu berupa artefak litik, tulang, dan cangkang serta makanan dan kubur.

     Temuan artefak kerang dari Goa Kidang memiliki peranan penting dalam mengungkap jejak budaya goa terutama di Jawa. Hal tersebut tampak jelas dengan variasi tipologis jenis alat dengan tekhnologi yang lebih rumit dibandingkan artefak kerang temuan pada goa-goa di Jawa lainnya. Hal penting lainnya adalah Goa Kidang merupakan satu-saatunya goa yang memiliki indikasi hunian pada kawasan perbukitan karst di Kabupaten Blora. Berdasarkan hasil tersebut, penting dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pola hidup dan tekhnologi yang diterapkan dalam pola okupasinya masa itu.

Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

    

GOA TERAWANG BLORA

                   GOA TERAWANG

     Goa Terawang terletak di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan 35 km arah barat Kota Blora. Goa Terawang merupakan objek wisata alam yang berbentuk di dalam batu gamping pegunungan kapur berumur kira kira 10 juta tahun yang lalu. Wanawisata ini berada pada ketinggian 172 m dpl, mempunyai suhu udara 21,8 C - 36,6 C dengan curah hujan 1.570 mm per tahun dan topografi datar bergelombang.

     Kawasan wisata Blora Goa Terawang merupakan kompleks goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan, ini terbanyak di Jawa Tengah. Di dalam kawasan seluas 13 ha itu terdapat satu goa induk, satu sebdang, dan lima goa kecil lainnya. Goa ini merupakan satu-satunya goa yang didalamnya terang di siang hari karena terkena sinar matahari. Di kompleks wanawisata Goa Terawang terdapat kawasan arena bermain anak yang terletak 50 m dari mulut Goa Terawang yang terasa sejuk karena dipayungi ratusan pohon jati besar.

     Cahaya yang masuk ke dalam goa itu menciptakan bias sinar matahari yang memberi kesan tersendiri. Ada nuansa "pencerahan" pada berkas-berkas cahaya yang jatuh menimpa bagian-bagian tertentu dinding goa. Goa Terawang berada di bawah permukaan tanah dengan kedalaman 5-12 m. Panjang jalur terowongan goa terpanjang 180 m, terpendek 70 m lebar goa 3-5 m. Selain itu juga terdapat goa-goa kecil yang masih berada satu kawasan seperti Goa Kidang, Goa Gombak, Goa Bebek, Goa Macan, Goa Kuncir dan Goa Landak.

     Kawasan hutan lindung Goa Terawang yang luas seringkali dijadikan arena perkemahan oleh pengunjung yang memang bertujuan untuk bermalam. Pengunjung wisata harian juga bisa menikmati jalur setapak dan mengikuti rambu-rambu yang telah disediakan.

Terimakasih...
Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

Kampung Bluron Mblora

                   KAMPUNG BLURON

     Kampung Bluron merupakan obyek wisata keluarga yang berada di kawasan obyek wisata Waduk Tempuran yang dikelola oleh perorangan. Meski demikian, tetap menarik untuk dikunjungi, mengingat tidak hanya tersedia "water boom" maupun permainan air lainnya yang cocok untuk anak dan keluarga, melainkan tersedia pula tempat penginapan yang dinamakan kampung singgahan.

     Tempat penginapan tersebut, juga cukup unik karena sibuat seperti rumah mini lengkap dengan fasilitas tambahan, seperti pendingin ruangan, televisi parabola, kamar mandi dalam, sehingga privasi anda tetap akan terjaga dari pengunjung lain yang juga menginap.

     Dengan tarif sewa penginapan antara Rp 200.000-Rp 250.000, anda bisa istirahat sambil menikmati makanan ikan bakar serta permainan gratis di Kampung Bluron yang berjarak hanya 20 m dari tempat penginapan. Selain itu, pemandangan waduk juga bisa dinikmati dengan hanya berjalan kaki sepanjang 100 m, sekaligus bisa mengabadikan keindahan panorama alam sekitar waduk.

     Tempat ini juga bisa dijadikan tempat pertemuan instansi, mengingat tersedia ruang aula pertemuan dengan harga sewa Rp. 300.000 serta tiket gratis masuk tempat bermain Kampung Bluron.

     Sedangkan harga tiket masuk ke Kampung Bluron, pada hari biasa Rp. 10.000/orang, sementara hari minggu/libur sebesar Rp. 15.000/orang.

     Tak jauh dari Waduk Tempuran maupun Kampung Bluron, anda bisa menikmati panorama alam dari puncak bukit yang disebut sebagai obyek Wisata Sayuran yang berada di Desa Soko, Kecamatan Jepon, Blora dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora

    

    

Pesona Waduk Tempuran Blora

               WADUK TEMPURAN

     Obyek wisata ini terletak di Desa Tempurejo, Kecamatan Blora berjarak kurang lebih 10 km ke arah timur Kota Blora. Memiliki fungsi multi guna, disamping sebagai irigasi tanah pertanian, juga untuk pembinaan olah raga dayung, lahan perikanan, dan lahan kepariwisataan.

     Dibangun tahun 1917, secara bertahap dilakukan renovasi untuk pengembangannya. Bagi masyarakat Blora, Waduk Tempuran juga sering dijadikan arena untuk menggelar Turnamen olah raga air, dari yang berskala lokal hingga provinsi. Disinilah tempat atlet-atlet dayung Kabupaten Blora berlatih. Hasilnyapun lumayan mengagumkan. Tidak sedikit atlet yang berlatih diwaduk ini mencatat prestasi yang membanggakan diberbagai event olahraga, baik ditingkat nasional, seperti : Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun tingkat international, seperti Sea Games dan Asian Games.

     Dengan latar belakang perbukitan yang memanjang dari utara ke selatan, disekeliling waduk ini ditumbuhi aneka pepohonan yang rindang. Sementara itu, hamparan sawah yang luas di bawah waduk menjadi pemandangan yang menarik yang menyejukkan mata. Layaknya Danau Toba di Sumatera Utara yang berhias Pulau Samosir, ditengah-tengah Waduk Tempuran juga terdapat semacam pulau kecil. Disitulah terdapat Dusun Juwet, satu-satunya dusun Desa Tempurejo yang terpisah dari dusun-dusun lainnya.

     Sebagai ikon wisata di Blora, Waduk Tempuran yang dilengkapi dengan fasilitas cafe berdesain tradisional tersebut, memiliki beberapa gubug makanan yang menghadap langsung ke danau. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan kearah waduk disisi timur, yang dipisahkan oleh jembatan. Salah satu menu andalan di cafe tersebut adalah ikan bakar, dimana pengunjung dapat memilih langsung ikan dari kolam yang disediakan. Terdapat juga tenda-tenda yang menghadap ke panggung pertunjukan mini, dimana pada hari dan jam tertentu disajikan live musik oleh kelompok musik lokal.

Source : Buku Panduan Wisata Kabupaten Blora